Sunda Adalah Nusantara

HISTORIKA,-  Sunda Bukan Pinggiran, Sunda Adalah Jantung Nusantara. Dari Tarumanagara Hingga Pakuan Pajajaran, Jejak Sunda Yang Menyatukan Kepulauan

Sering kali narasi sejarah nasional memposisikan Sunda sebagai “daerah pinggiran” Majapahit. Padahal jika dikaji dari prasasti, naskah kuno, dan catatan asing, Sunda adalah salah satu pilar tertua pembentuk konsep Nusantara itu sendiri.

1. Apa Arti Sunda? Bukan Sekedar Suku.

Dalam bahasa Sanskerta, kata _Sunda_ muncul dalam kitab-kitab kuno jauh sebelum ada Jawa dan Melayu.

– *Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa* menyebut Sunda berarti: _Bersih, Cemerlang, Teratur, Subur_.

– *Kamus Sanskerta Prof. Zoetmulder* mengartikan _Sunda_ = udara, tumpukan, unggul.

– Catatan *Ptolemy (150 M)* sudah menulis _Kepulauan Sundae_ untuk kepulauan di selatan India. Artinya, nama Sunda sudah menjadi nama kepulauan, bukan hanya nama suku.

Jadi secara etimologi, *Kepulauan Sunda (Kepulauan Sunda) adalah nama asli Nusantara* dalam peta dunia kuno. Sunda Besar (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi) dan Sunda Kecil (Bali, Lombok, NTT).

*2. Kerajaan Tertua di Nusantara Ada di Tanah Sunda: Tarumanagara (358-669 M) *

Jauh sebelum Kutai (400M) dan Tarumanegara sering disebut kerajaan tertua kedua setelah Kutai.

Bukti prasasti:

– *Prasasti Tugu, Ciaruteun, Kebon Kopi, Muara Cianten* – Peninggalan Raja Purnawarman.

– Isinya: Raja Purnawarman menggali Sungai Gomati dan Candrabhaga (Bekasi) sepanjang 6.112 tombak untuk mencegah banjir dan irigasi. Ini bukti sistem negara modern pertama di Nusantara ada di Sunda.

– Berita Cina *Fa-Hien (414 M)* dan *Dinasti Sui (591 M)* menyebut *To-lo-mo* = Taruma, negara makmur yang mengirim utusan.

Tarumanagara runtuh, melahirkan dua penerus: *Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh*. Dari sinilah konsep negara kembar yang menyatukan itu lahir.

*3. Pakuan Pajajaran: Negara Maritim Yang Ditakuti Portugis*

Puncak kejayaan Sunda adalah *Kerajaan Sunda-Galuh bersatu dengan ibu kota Pakuan Pajajaran* (sekarang Bogor).

Catatan asing:

– *Tomé Pires (1513) dalam Suma Oriental* menulis: _”Kerajaan Sunda sangat makmur, memiliki pelabuhan besar Sunda Kelapa yang ramai. Orang Sunda adalah pelaut kapal, hasil lada nya paling bagus di dunia.”_

– *Prasasti Batutulis (1533)* peninggalan Surawisesa: _”Ini bekas Pakuan Pajajaran”_. Bukti pusat pemerintahan yang teratur.

Saat Majapahit mengucapkan Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara, yang belum takluk adalah *Sunda dan Galuh*. Peristiwa *Perang Bubat (1357)* justru membuktikan Sunda adalah negara berdaulat yang sederajat, bukan bawahan Majapahit.

*4. Sunda Dalam Sumpah Palapa & Nusantara Gajah Mada.

Kitab *Nagarakretagama pupuh 15* karangan Mpu Prapanca menyebut wilayah Majapahit yang diklaim, namun secara khusus menyebut _Sunda_ tidak pernah ditundukkan. Ini pengakuan bahwa Nusantara itu terdiri dari dua kekuatan besar di Barat dan Timur: *Sunda di Barat, Majapahit di Timur.*

Jika Majapahit adalah simbol persatuan dari Timur, maka Sunda adalah penjaga gerbang Barat Nusantara yang berhubungan langsung dengan India, Arab, dan Cina melalui Selat Sunda.

*5. Kesimpulan: Tanpa Sunda, Tidak Ada Nusantara

Konsep Nusantara hari ini (dari Sabang sampai Merauke) hakikatnya adalah konsep *Kepulauan Sunda* yang luas.

– Bahasa: Bahasa Melayu kuno yang jadi Bahasa Indonesia akarnya adalah bahasa pesisir Sunda Kelapa dan Palembang.

– Geografi: Selat Sunda adalah pintu masuk utama dunia ke Nusantara.

– Budaya: Sistem pertanian sawah terasering, sistem subak, dan gotong royong Sunda (liliuran) adalah cikal bakal budaya agraris Nusantara.

Maka salah besar jika Sunda dianggap pinggiran. *Sunda adalah Nusantara itu sendiri. Sunda adalah asal nama Nusantara.*

“Jati Sunda, Jati Diri Nusantara. Lamun hilang Sunda na, hilang Nusantara na.”

*Referensi Kajian:*

1. Prasasti Tugu & Ciaruteun – Museum Nasional

2. Naskah Wangsakerta & Babad Sunda

3. Suma Oriental – Tome Pires (1513)

4. Nagarakretagama – Mpu Prapanca

5. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II – Prof. Sartono Kartodirdjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *